TB Silalahi Terima Silsilah Raja Batak dari Soekirman

464131a32be92db1eb03bd70266fdd38_L

BALIGE-Calon wakil gubernur Sumut nomor urut 1, Soekirman, menyerahkan silsilah keturunan Raja Batak kepada Museum Batak di Desa Pagar Batu, Balige, Sabtu (19/1). Silsilah Raja Batak itu diserahkan langsung Soekirman kepada TB Silalahi dalam perayaan HUT ke-2 Museum Batak TB Silalahi yang dirangkai dengan peresmian dan pembukaan Gallery “The Battle of Sisingamangaraja XII”.

Menurut Soekirman, pemberian itu merupakan wujud penghormatannya kepada TB Silalahi yang gigih memelihara kebudayaan Batak. Ia mengatakan, apa yang dilakukan TB Silalahi menjadi inspirasi bagi Sumatera Utara.
“Secara pribadi saya diundang Pak TB menghadiri ulangtahun Museum Batak. Ia ingin saya bisa menghadirinya,” kata wakil bupati Serdang Bedagai ini. Bang Kirman, sapaan akbrab Soekirman, berharap silsilah yang diberikannya dapat menambah koleksi sekaligus bisa memberikan pengetahuan bagi generasi muda.
“Dari silsilah ini kita bisa melihat keturunan-keturunan Raja Batak,” kata Soekirman.
Menurut Soekirman, TB Silalahi khawatir dengan semakin rendahnya apresiasi masyarakat Batak, terutama generasi muda terhadap budaya Batak sehingga ia membangun museum itu.
Museum Batak TB Silalahi Center terletak di tepi Danau Toba, tepatnya di Komplek TB Silalahi Center, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Museum Batak ini tampil dengan nuansa etnis, namun futuristik.
Berdiri di atas lahan 180 meter persegi, Museum Batak dibangun guna menyatukan ke enam puak etnis Batak yang ada di Sumatera Utara, yaitu Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Mandailing, Bataka Angkola, Batak Pakpak/Dairi, dan Batak Karo. Adapun visi dan misi Museum Batak adalah untuk mengangkat harkat dan kualitas hidup melalui keunggulan dan tata nilai budaya.
Saat menerima sumbangan tersebut, TB Silalahi menyampaikan ucapan terimakasih. Petinggi Partai Demokrat itu menilai Soekirman adalah orang Jawa yang tahu budaya Batak. Bahkan Soekirman bisa menghapal silsilah keturunan Raja Batak dan tarombo marga-marga Batak. Atas dasar itulah TB Silalahi sengaja mengundang Soekirman dalam acara yang dihadiri hampir 2.000 orang ini. *

Advertisements

Gus Beberkan Resep Suksesnya kepada Siswa

0e09527b0f5edaa60cf5702119e6a0a2_L

TEBING TINGGI-Sosok Gus Irawan Pasaribu yang dinilai sukses sebagai seorang bankir, membuat penasaran ribuan siswa/i Kota Tebing Tinggi yang sedang mengikuti try out di GOR Asber Nasution, Jalan Gunung Leuser, Minggu (20/1). Gus membeberkan beberapa resep sukses yang ia pakai.
Menurut mantan Dirut Bank Sumut 3 periode ini, resepnya adalah membuat target dalam hidup. Dengan memasang target, kata Gus, akan mudah mengoreksi diri bila apa yang sedang dilakukan sudah tidak sesuai dengan harapan.

“Dari dulu saya biasa memasang target dalam hidup. Artinya dengan target itu kita tahu harus belajar dan bekerja sekeras apa. Kalau target tinggi berarti harus dengan upaya yang tinggi pula. Kalau rendah berarti dengan usaha yang rendah pula. Yang penting kita tau kita sedang mencapai target yang mana dan sedang belajar dan berusaha untuk mencapai target yang mana,” kata Cagubsu nomor urut 1 yang berpasangan dengan Soekirman ini.

Kemudian, lanjut Gus, dengan target dalam hidup, maka waktu yang dimiliki tidak akan tersia-siakan. “Jangan sia-siakan waktu. Dengan belajar keras dan bekerja keras, apa yang kita capai jauh melampaui apa yang kita harapkan, percayalah,” ujar mantan Pemimpin Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi, 1996-2000, ini.

Dalam kesempatan tersebut, peraih penghargaan People Of The Year (POTY) tahun 2011 versi Harian Seputar Indonesia untuk katagori Inspiring CEO ini, mendoakan siswa-siswi Tebing Tinggi sukses menggapai targetnya dan bisa lulus Ujian Nasional dan ujian masuk perguruan tinggi.

“Saya doakan adik-adik sekalian bisa melampaui target yang adik-adik buat mulai sekarang. Sukses ujian nasional, sukses ujian masuk perguruan tinggi, sukses untuk menjadi yang terbaik dan nomor satu,” ujar Gus diamani ribuan siswa.

Sebelumnya, saat Gus Irawan memasuki ruangan secara tiba-tiba, siswa-siswi yang baru saja menyelesaikan try out menjadi riuh. Gus menyalami siswa yang berada di bagian pinggir jalan menuju panggung.

Sebelum memberi motivasi, Gus didaulat menghibur siswa. Gus menyumbangkan suaranya, bernyani bersama ribuan siswa. Tanpa sungkan Gus tampak turun dari panggung dan mendatangi siswa sambil bernyanyi.

Bagi siswa, kedatangan Gus memberi inspirasi bagi mereka. “Kami sangat senang dengan kedatangan Pak Gus. Saya Pengen curhat bagaimana bisa menjadi seorang yang sukses dalam pendidikan dan karir,” ujar Putri.

Hal sama juga diutarakan Rinal. Menurutnya, sosok Gus adalah inpirasi anak muda saat ini. “Sering baca di koran kesuksesan Pak Gus membangun Bank Sumut. Kami sangat senang bisa lihat Pak Gus langsung, apalagi Pak Gus pernah tinggal di sini (Tebing Tinggi),” katanya.

Try out yang digelar Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Kota Tebing Tinggi bekerjasama dengan sebuah lembaga bimbingan belajar ini berhasil memikat ribuan siswa-siswi.

Usai memberikan motivasi, Gus diminta menyerahkan penghargaan kepada siswa-siswi yang mendapat nilai terbaik dalam try out tersebut. “Terus semangat, hargai masa depan dan buat bangga orangtua,” pesannya. *

Relawan Amfibi GusMan Fogging Lingkungan

ebe9ac202a3149b75a8ae8adb2e1d8a7_L

MEDAN-Posko Amfibi Relawan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (GusMan) melakukan fogging atau pengasapan di sekitar lingkungan dan rumah warga di Jalan Pelita VI, Medan Perjuangan, Minggu (20/1).

Fogging yang dilakukan sejak pagi menggunakan satu unit mesin, diawali dari parit di depan posko, berlanjut ke puluhan rumah warga hingga menyusuri sepanjang parit di Jalan Pelita VI hingga ke Jalan Pelita IV dilanjutkan hingga ke Jalan Rakyat.
“Fogging ini dilakukan untuk mencegah berjangkitnya penyakit demam berdarah (DBD) yang disebabkan penyebaran nyamuk aedes aegepty, terutama cuaca saat ini mulai memasuki pergantian musim,” ujar Ketua Posko Amfibi, Zulkaryanda Daeng.
Menurutnya, wabah nyamuk aedes aegepty sangat cepat berkembang, dan untuk menghindarinya sedini mungkin harus dilakukan pencegahan. “Tim Amfibi sepakat untuk mencegah virus DBD dengan melakukan fogging dan gotong-royong untuk menjaga kebersihan lingkungan,” sebutnya.
Dia mengungkapkan, saban Sabtu atau Minggu, tim Amfibi bersama warga mengadakan gotong-royong dan kegiatan keagamaan yang bertujuan mendoakan Cagubsu-Cawagubsu nomor urut 1, Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (GusMan), agar mampu mewujudkan cita-citanya menciptakan masyarakat Sumut Sejahtera.
“Sumut Sejahtera itu tercipta salahsatunya dengan kesehatan. Maka sedini mungkin kita turut berperan dalam mencegah beredarnya virus penyakit di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Salah seorang warga yang mendapatkan fasilitas fogging mengucapkan terimakasih atas perhatian dan peran Posko Amfibi GusMan dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kiranya GusMan dapat memimpin Sumut karena hanya pasangan inilah yang dapat memajukan kesejahteraan masyarakat Sumut,” katanya. *

Kacamata Gus-soekirman untuk Ainun

62fb5f1024529266c6e71c0c0c9ddb3c_L

Ainun sudah 53 tahun. Penglihatannya pun tidak sejernih dulu lagi. Warga Desa Aek Loba, Kabupaten Labuhan Batu Utara ini mengalami kerabunan sejak sepuluh tahun terakhir.
“Membaca Alquran pun sudah susah Nak. Kalau malam hari sudah tak tampak lagi apa yang mau dibaca. Kalau siang mata ini rasanya silau kalau keluar rumah, dan kadang berair terus,” ujar ibu 6 anak ini.

Saat diwawancarai, Ainun barusan memeriksakan matanya di Posko Bakti Kesehatan GusMan di Aek Loba, Labuhan Batu Utara, Rabu (16/1) siang.

“Ibu kan dapat undangan, dan disitu ada tulisan gratisnya. Terus kata orang yang mengantar undangan, obatnya lebih bagus dan dokternya lebih lengkap, makanya ibu datang kesini,” ujarnya.

Ainun memang sudah lama ingin memeriksakan matanya. Sebagai tukang cuci pakaian, Ainun tidak berani datang ke dokter.

“Takutlah Nak. Mana sanggup ibu membayar dokter atau membeli kacamata,” ujar Ainun.

Tapi, kini Ainun sudah berkacamata. Tim Bakti Kesehatan GusMan memberinya kacamata baru secara cuma-cuma.

Ainun menceritakan bakti kesehatan gratis seperti yang dilakukan GusMan sangat dibutuhkan masyarakat. Dia berharap durasi baktinya bisa ditambah agar masyarakat lain bisa mendapatkan pelayanan seperti yang didapatnya.

Sementara itu, Cagubsu nomor urut 1, Gus Irawan Pasaribu. yang meninjau lokasi Bakti Kesehatan GusMan, mengatakan bahwa persoalan kesehatan dan pelayanan kesehatan harus segera dibenahi, sehingga masyarakat tidak dibatasi oleh rasa khawatir akan mahalnya biaya kesehatan.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan kita semua disini bisa lebih perduli dengan kebersihan dan kesehatan. Mari mulai dari lingkungan keluarga kita,” ujarnya.

Gus melanjutkan, Safari Bakti Kesehatan GusMan akan terus bekerja nenyentuh masyarakat daerah, khususnya pesisir Sumut yang begitu rentan dengan berbagai penyakit.

“Kehadiran ibu-bapak sekalian menunjukkan akses pelayanan kesehatan di daerah masih jauh dari harapan. Untuk itu, sudah seharusnya pemimpin mendatang jemput bola. Tak apa-apa pemimpin ketuk pintu untuk melihat dan memperhatikan kondisi masyarakatnya, sebab itulah yang diinginkan dan dibutuhkan rakyat saat ini,” pungkasnya. *

Di Balik Layar Film ANMB I Sebuah Kekuatan Gus Irawan Pasaribu Sesungguhnya

be7685026070406a215779b242f1aa2e_L

“Mantap pak gus…mudahn2apa yang dikatakan sesuai dngn kenyataan.amiin..,” tulis seorang komentator, Muhammad Awal, warga Medan, di laman Youtube untuk film bergenre dokumenter berjudul Anak Naburju Menggapai Bintang (ANMB).

Kemudian dia menulis lagi : “Rakyat Indonesia khususnya sumut sngt merindukan sosok pemimpin yang bjaksana.bukn orng yang pintar,pntar bkn berart bjaksna.krn bnyk pmimpn yng intelek smpai2 rakyat ny dijdikan sapi perahan untk kepentingn pribadi dan sklompok golngn,ayo pak gus kmi mndukung mu slma kmu brani untk tampil dmi keadilan dan kbnaran yang telah lama di impikan oleh bngsa ne khususn ny sumut.”

Memang, sejak diunggah ke Youtube medio Agustus 2012 lalu, film dokumenter biografi Gus Irawan Pasaribu, menyita banyak perhatian. Sejauh ini akumulasi penonton mencapai 6000-an orang dengan beragam nukilan. Tentu, ini di luar hitungan berapa banyak lagi penonton yang mengakses melalui home video atau DVD serta nonton barengnya. Di Youtube, film alur maju mundur berdurasi 1 jam ini dibelah-belah menjadi 12 segmen oleh salahsatu rumah produksi di Medan yang membuat film tersebut, yakni Sineas Film Documentary atau lebih dikenal SFD Indonesia.

Film ANMB berkisah tentang bagaimana Gus Irawan Pasaribu menjalani pekerjaannya sebagai Direktur Bank Sumut, masa kecilnya bersama orangtua dan ke-6 saudaranya di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara dan kesehariannya bersama istri dan anak-anaknya.

Pengunggah terbanyak di segmen 1-2 dimana Gus Irawan sempat melelehkan air mata ketika menggingat kembali masa kecil serta kisah perjuangan hebat ibundanya, Almarhumah Halimah Pakpahan, membesarkan anak-anaknya. Tak kalah jauh hebatnya di segmen 8 saat dimana seorang ibu penerima keredit mikro dari Bank Sumut yang diprakarsai Gus Irawan menangis haru. Perempuan bernama Maya Simorangkir itu bertutur apa adanya untuk sebuah ungkapan terimakasihnya pada seorang Gus Irawan yang telah memperhatikan kaumnya dalam meningkatkan perekonomian keluarga miskin.

Yang menarik lainnya adalah testimoni yang muncul secara spontan dan natural dari beberapa narasumber tentang sosok Gus Irawan mulai masa kecil hingga kekinian. Bahkan pada saat pengakuan dua orang sahabat masa kecil Gus Irawan terbangun secara alamiah. Tak sedikitpun terkesan ada pengarahan dari belakang kamera. Demikian pula dengan pertemuan Gus bersama para guru sekolah dasarnya. Semua berlangsung secara natural serta lugas di tangkap kamera dan kemudian tersaji secara faktual dalam film ANMB. Sutradara nyaris melepas unsur pengarahan sosok tapi lebih memainkan perannya di unsur sinematografi-nya. Inilah yang membuat film ANMB terasa lebih kuat unsur observation documentary-nya namun tetap terbalut dalam seni tinggi.

Dalam film ANMB, Sutradara sekaligus Kameramen, Onny Kresnawan, lebih banyak menggali masa lalu Gus Irawan dari kesaksian saudara-saudara, guru dan teman dekat. Kekuatan natural visual tetap dipertahankan sebagai bentuk dokumenter sesungguhnya. Film ANMB bisa jadi lebih faktual dari film-film sejenis yang pernah dibesut Onny, karena akurasi dari testimoni dan detail kejadian per kejadian masa silam Gus terangkai seapik dan selembut mungkin.

Sebelumnya Onny pernah memproduksi film biografi Sarmedi Purba, seorang anak desa dari Sondi Raya, Simalungun, Sumatera Utara, untuk film berjudul Titian Nadi Sang Dokter Pelangi. Juga Film Membangun Negeri dengan Cinta, film dokumenter biografi Sofyan Tan. Dan saat ini Onny juga tengah terlibat menggarap dokumenter perjalanan Soekirman yang berjudul Episode Jalanan Si Wong Ndeso, yakni tentang potret unik, jenaka dan penuh pemikiran dari seorang anak desa yang saat ini menjabat wakil bupati Serdang Bedagai dan sedang ikut dalam pencalonan wakil Gubernur Sumatera Utara. Rekaman perjalanan Soekirman yang disajikan dengan non narasi dan apa adanya ini sudah mulai tersaji episode per episode di laman Youtube.

Tidak sulit bagi Onny Kresnawan untuk menyetting masa kecil Gus Irawan. Onny sudah terbiasa menggarap film bergenre serupa dimana pola yang sama dilakukan : tidak ada casting untuk talent, karena naturalisasi yang ingin lebih ditonjolkan dalam film. Untuk pemeran Gus Irawan kecil, Onny memakai anak-anak lokal sekitar seperti Veri Ardiansyah Siregar, untuk kakak Gus kecil diperankan Putri Diana Siregar dan pemeran Ibu Gus Irawan dilakoni oleh Lisliawati Pasaribu, kakak kandung Gus Irawan sendiri.

Hampir 75 persen lokasi syuting di Kota Padang Sidempuan. Selebihnya di Medan, Nias, Tobasa, Tarutung, Labuhan Batu dan Jakarta, sebagai cuplikan perjalanan yang direkam Onny Kresnawan selama 4 bulan mengikuti Gus Irawan. Aktivitas perjalanan Gus Irawan terus diikuti dengan konsep naturalitas, fatktualitas serta kejujuran.

Film ANMB diproduksi atas dasar kekaguman Onny Kresnawan terhadap kisah perjalanan inspiratif Gus Irawan. “Alasan komersil atau financial lebih kecil nilainya dibanding dorongan hati saya,” katanya. Sepengetahuan Onny, ide film ini bahkan terbangun jauh sebelum Gus Irawan Pasaribu berniat maju sebagai orang nomor satu di Propinsi Sumatera Utara.

Dari pengalaman memproduksi film dokumenter, Onny mengaku pembuatan film ANMB yang paling menguras keringat, pikiran dan waktu. Onny bahkan baru menyadari ia telah berhadapan dengan seorang yang selama ini ia kenal melalui percakapan dan media sebagai bukan bankir biasa. “Saya hampir memutuskan untuk istirahat beberapa hari,” ungkapnya.

Onny menceritakan bagaimana dia dan kru harus lintang pukang mengikuti kegiatan Gus Irawan : bertemu dengan parengge-rengge (Medan : pedagang serabutan) di pasar kemudian dilanjutkan dengan seabrek acara protokoler, namun Gus masih sanggup menyempatkan bermain futsal atau bermain bola kaki sore atau malam harinya “Stamina Bang Gus cukup prima. Saya dan kru harus mengikuti perjalanannya, mulai pagi, siang, sore bahkan malam,” ujar Onny mengenang.

Jika boleh dibilang, pengalaman selama syuting mementahkan pikiran Onny yang menganggap Gus Irawan sebagai sosok yang inklusif dan eksklusif. Bagaimana Gus Irawan berbaur dengan parengge-rengge, dengan anak-anak atlet dan larut dalam kebersahajaan, bersuka dalam iringan musik dan berjibaku dengan sempitnya waktu, membuat Onny mengarah kepada satu kesimpulan: Gus Irawan Pasaribu merupakan vigur pemimpin yang sederhana, humanis, cerdas dan inspiratif. Meski menurut Onny, kadangkala pribadi prinsipalis dan perfectsionis yang melekat pada Gus sering diartikan kaku untuk sebagian orang yang belum mengenalnya secara dekat.

“Saya memahami karakter humanis seseorang Gus dari bagaimana dia berhadapan dengan masyarakat terutama dengan ibu-ibu saat dia didaulat naik odong-odong. Gus Irawan saat itu memang sangat menikmatinya sembari bercanda memangku seorang bocah” ujar Onny yang juga dikenal sebagai salah seorang pemrakarsa Festival Film Anak (FFA).

Untuk pemilihan judul, Onny menyimpulkan dari pengamatan langsung serta banyaknya testimoni yang mengarah pada sosok Gus Irawan sebagai Anak Naburju (Anak Baik- red) . Kemudian olah vokal Gus yang juga mumpuni membuat Onny tertarik untuk membuat langsung rekaman lagu dari suara Gus Irawan. Lagu Anakku Naburju serta Menggapai Bintang adalah lagu favorit Gus Irawan yang kemudian diputuskan untuk menjadi themesong film ANMB. Toh, dua judul lagu itu sangat dekat dengan thema film ANMB. Untuk menguatkan unsur lokalitasnya, lagu asal Tapanuli Selatan berjudul Marudan Marlasniari (Berhujan-hujan berpanas-panasan) yang dinyanyikan Hj. Farida juga menjadi opening dalam film.

“Bang Gus senang dengan lagu Marudan Marlasniari ini. Mungkin baginya lagu ini bisa menjadi nasihat dan mengingatkannya agar ia tak ingin menjadi orang yang lupa diri bila sudah sukses kelak,” ujar Onny seperti sebagaimana dituturkan seorang kerabat Gus yang juga ikut mengusulkan lagu ini. Dan bagi Gus Irawan Pasaribu, Film ANMB bisa menjadi stimulan yang cukup apik dalam perjalanannya di panggung politik Sumatera Utara.

Dalam penggarapan film ANMB Onny yang juga bertindak sebagai editor dibantu seorang asstistennya Anto Ungsi serta memercayakan Khairiah Lubis sebagai reporter sekaligus penulis naskah, Eddy Siswanto sebagai narator dan dibantu tim kreatif Erwinsyah, Kalimonang Siregar, Iswanto Darus dan Fachriz Tanjung.*

Kemeja Sumut Sejahtera Saban Jumat

5d9bd784bfd234610bf8ba15e7ad6a4e_L

Ada yang beda di hari Jumat di Jalan Tengku Daud, Medan. Biasanya, hanya tampak karyawan swasta memakai kemeja batik nongkrong di warung-warung di jalan itu. Kini giliran pedagang yang mengenakannya. Tapi, motif kemeja yang mereka gunakan berbeda dari yang lain: kombinasi warna orange, biru dan putih.
Kemeja Sumut Sejahtera yang dipopulerkan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (GusMan) memang kian akrab di masyarakat. Mulai dari remaja hingga orangtua, kini tidak canggung lagi memakai kemeja batik tersebut. Ini juga tentu berlaku untuk level pedagang kecil.
Hampir sekitar 20-an pedagang yang mengais rejeki di sepanjang jalan tersebut mengenakan kemeja Sumut Sejahtera, berikut staf-stafnya.
“Kami memang sudah sepakat memakainya tiap hari Jumat,” kata Ijal, pedagang nasi, kepada wartawan, Jumat (18/1). Jumat kemarin merupakan minggu kedua mereka menggunakan kemeja Sumut Sejahtera. Selain karena motifnya bagus, Ijal mengidolakan Gus Irawan.
“Kami sangat mengenal Gus, beliau tipe pemimpin yang cerdas, disiplin tinggi, penuh tanggungjawab dan bijaksana dalam mengambil keputusan,” katanya.
Ijal bercerita, saat masih memimpin Bank Sumut, Gus menerapkan disiplin yang cukup tinggi kepada karyawannya. “Kalau sudah jam 7 ke atas, terkecuali jam istirahat, seluruh karyawan Bank Sumut tidak ada yang berani lalu lalang keluar dari areal bank. Itu merupakan salahsatu bukti keberhasilan Gus dalam menerapkan disiplin,” ungkap Ijal yang sudah belasan tahun berjualan di Jalan Tengku Daud.
Tina, pedagang warkop di sebelah Izal, menambahkan, dia dan pedagang lain mengharapkan Gus bisa memegang tampuk kepemimpinan yang lebih besar, yakni menjadi Gubsu untuk satu tujuan memajukan kesejahteraan Sumut. “Dengan harapan itu, para pedagang di sini sepakat mendukung dan memakai baju batik Sumut Sejahtera saban hari Jumat,” tandasnya.
Senada diungkapkan Saiful, pedagang rokok. Keberhasilan Gus lainnya juga tampak pada bagaimana dia memberdayakan pedagang kecil. “Sebagian besar pedagang bisa berjualan di sini berkat program pinjaman bergulir tanpa agunan yang digagas Gus. Kalau tidak ada pinjaman bergulir itu, mungkin sampai sekarang ini kami masih kebingungan memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari,” sebut Saiful yang memperoleh bantuan pinjaman modal usaha dari Bank Sumut di masa kepemimpinan Gus tersebut.
Katno, karyawan salahsatu travel yang sedang makan siang di warung Ijal menimpali, GusMan satu-satunya pasangan yang paling diunggulkan. “Sudah saatnya Sumut dipimpin ahli ekonomi dan pertanian. GusMan akan menggungguli pasangan lain dalam satu putaran,” timpalnya. *

Masyarakat Asahan Ikrar Dukung Cagub Pro Rakyat dan Ekonomi

73608782f50eb6af17bb69bdcd662692_L

ASAHAN : Masyarakat Kabupaten Asahan berikrar mendukung Pemilu yang menghasilkan pemimpin yang pro rakyat dan perduli ekonomi.

“Tidak ada jalan lain bagi kami, jika ingin Pilkada ini tidak hanya menjadi kegiatan limatahunan, maka kami bersepakat untuk mencari sosok yang benar-benar perduli ekonomi masyarakat. Bahkan itupun harus teruji dengan track record pemimpin tersebut, harus benar-benar telah menunjukkan bukti dan baktinya untuk Sumut,” ujar Nazamuddin, seorang warga Asahan, pada temu ramah masyarakat Kecamatan Air Joman dan Kecamatan Silau Laut dengan Cagubsu nomor urut 1, Gus Irawan Pasaribu, di lapangan Kelurahan Binjai Serbangan, Kecamatan Air Joman, Asahan, kemarin.

Selain dihadiri ribuan warga, juga tampak hadir anggota DPRD Sumatera Utara, Muslim Simbolon.

Nazamuddin mengeluhkan tidak adanya keberpihakan kebijakan terhadap masyarakat, sehingga persoalan infrastruktur, seperti jalan, tidak kunjung selesai meskipun itu kebutuhan yang benar-benar harus diperhatikan.

“Bertahun-tahun kami melewati jalan yang sudah tidak layak pakai lagi, dan ini tidak ada perkembangan berarti,” ujarnya.

Anggota DPRD Sumatera Utara, Muslim Simbolon, mengungkapkan masyarakat Sumut sudah pintar menemukan sosok pemimpin yang layak. Menurut dia, ada indikator yang jelas untuk menentukan pemimpin Sumut, yakni benar-benar punya kebijakan pro rakyat dan punya catatan prestasi dan pengabdian yang baik.

“Kami sudah buktikan kerinduan masyarakat terhadap pemimpin yang pro rakyat dan perduli ekonomi kerakyatan. Acara ini terlaksana dan, seluruh yang ada adalah swadaya. Ribuan masyarakat menunjukkan betapa kami ingin memiliki pemimpin yang bisa bawa perubahan,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pada Pilgubsu 2013, “Kami akan bahu-membahu memenangkan Gus. Sebab pengalaman masa lalu sudah memberi pelajaran bagi masyarakat Asahan. Disini ada istilah politik daun salam. Ketika menggulai, daun salam dicari dan dibutuhkan, walaupun sudah kering dan pecah-pecah. Tapi begitu gulai sudah masak, jangankan dihidangkan, daun salam justru ditinggalkan dan dibuang.”

Dimata Muslim Gus adalah sosok visioner dan bersih. Punya gaya kepemimpinan melayani dan pro rakyat. “Saya tau persis kinerjanya. Bank Sumut adalah prestasi terbaik Sumut, dimana Gus berhasil menularkan kredit Sumut Sejahtera yang telah membantu ribuan masyarakat untuk mandiri dan memiliki usaha,” katanya.

Sementara itu, Gus Irawan Pasaribu menyampaikan keharuannya atas penyambutan masyarakat Asahan. “Saya sangat tersanjung. Begitu turun dari mobil disambut dengan upah-upah, kemudian disambut lagi dengan pencak silat dan tari persembahan. Ini sangat luar biasa bagi saya. Terimakasih masyarakat Asahan,” ujar mantan Dirut Bank Sumut 3 periode ini.

Menyikapi keluhan warga soal buruknya infrastruktur jalan di Asahan, Gus menilai persolan tersebut karena tidak adanya mindset ekonomi pemangku kepentingan saat ini, sehingga pembangunan dianggap sebagai pengeluaran, bukan investasi. “Jika dibiarkan kondisi jalan seperti ini, tentu sangat disayangkan karena akan membuat inefesiensi dalam segala bidang. Jika ini dinilai sebagai investasi, aka sudah barang tentu pembangunan bisa jauh lebih baik dan merata sampai daerah,” tandas Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara ini.

Tokoh masyarakat Kecamatan Silau Laut, Agus Marpaung, menyatakan masyarakat Silau Laut dan Air Joman begitu senang ada calon gubernur yang mau datang menjenguk daerah mereka. “Kami senang dan berbangga hati. Malam ini kami bisa melakukan temu ramah. Kami simpati dengan program-program Gus mengenau kemiskinan dan membangun infrastruktur. Itulah yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya. *