Kemeja Sumut Sejahtera Saban Jumat

5d9bd784bfd234610bf8ba15e7ad6a4e_L

Ada yang beda di hari Jumat di Jalan Tengku Daud, Medan. Biasanya, hanya tampak karyawan swasta memakai kemeja batik nongkrong di warung-warung di jalan itu. Kini giliran pedagang yang mengenakannya. Tapi, motif kemeja yang mereka gunakan berbeda dari yang lain: kombinasi warna orange, biru dan putih.
Kemeja Sumut Sejahtera yang dipopulerkan Gus Irawan Pasaribu-Soekirman (GusMan) memang kian akrab di masyarakat. Mulai dari remaja hingga orangtua, kini tidak canggung lagi memakai kemeja batik tersebut. Ini juga tentu berlaku untuk level pedagang kecil.
Hampir sekitar 20-an pedagang yang mengais rejeki di sepanjang jalan tersebut mengenakan kemeja Sumut Sejahtera, berikut staf-stafnya.
“Kami memang sudah sepakat memakainya tiap hari Jumat,” kata Ijal, pedagang nasi, kepada wartawan, Jumat (18/1). Jumat kemarin merupakan minggu kedua mereka menggunakan kemeja Sumut Sejahtera. Selain karena motifnya bagus, Ijal mengidolakan Gus Irawan.
“Kami sangat mengenal Gus, beliau tipe pemimpin yang cerdas, disiplin tinggi, penuh tanggungjawab dan bijaksana dalam mengambil keputusan,” katanya.
Ijal bercerita, saat masih memimpin Bank Sumut, Gus menerapkan disiplin yang cukup tinggi kepada karyawannya. “Kalau sudah jam 7 ke atas, terkecuali jam istirahat, seluruh karyawan Bank Sumut tidak ada yang berani lalu lalang keluar dari areal bank. Itu merupakan salahsatu bukti keberhasilan Gus dalam menerapkan disiplin,” ungkap Ijal yang sudah belasan tahun berjualan di Jalan Tengku Daud.
Tina, pedagang warkop di sebelah Izal, menambahkan, dia dan pedagang lain mengharapkan Gus bisa memegang tampuk kepemimpinan yang lebih besar, yakni menjadi Gubsu untuk satu tujuan memajukan kesejahteraan Sumut. “Dengan harapan itu, para pedagang di sini sepakat mendukung dan memakai baju batik Sumut Sejahtera saban hari Jumat,” tandasnya.
Senada diungkapkan Saiful, pedagang rokok. Keberhasilan Gus lainnya juga tampak pada bagaimana dia memberdayakan pedagang kecil. “Sebagian besar pedagang bisa berjualan di sini berkat program pinjaman bergulir tanpa agunan yang digagas Gus. Kalau tidak ada pinjaman bergulir itu, mungkin sampai sekarang ini kami masih kebingungan memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari,” sebut Saiful yang memperoleh bantuan pinjaman modal usaha dari Bank Sumut di masa kepemimpinan Gus tersebut.
Katno, karyawan salahsatu travel yang sedang makan siang di warung Ijal menimpali, GusMan satu-satunya pasangan yang paling diunggulkan. “Sudah saatnya Sumut dipimpin ahli ekonomi dan pertanian. GusMan akan menggungguli pasangan lain dalam satu putaran,” timpalnya. *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s